Benarkah Sekolah Islam Terpadu Itu Mahal?

Sabtu, 19 Januari 2019 20:27 WIB

Biaya untuk Sekolah Islam Terpadu mahal, tak bisa diakses oleh banyak umat Islam. Sehingga ada yang memaknai Terpadu menjadi "Tergantung pada Duit".

Benarkah Sekolah Islam Terpadu Itu Mahal?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita baca http://bersamadakwah.net/benarkah-sekolah-islam-terpadu-itu-mahal/

Situs www.Bersama Dakwah menurunkan reportese lapangan mengenai pembiayaan Sekolah Islam Terpadu:

“Keponakan saya, uang mukanya saja Rp7 juta, per bulannya Rp800 ribu. Bagi kami yang gajinya tidak sampai UMK hanya berserah diri pada Allah. Semoga kelak pas waktunya anakku sekolah mereka mendapat pendidikan yang terbaik. Semoga kami bisa menjadi orangtua yang amanah yang bisa memberi bekal akhlak yang baik bagi anak-anak kami,” ungkap Ita. Ita Prasanti adalah warga Semarang, Jawa Tengah

Ada juga Muktia Farid, orang tua siswa yang  menyekolahkan ketiga anaknya ke SIT: SIT, yakni di SMAIT Asy-Syifa Subang. SMP Assyifa Subang dan SDIT al-Hikmah Pamulang. Baginya,   biaya di SIT itu relatif terjangkau dan sebanding dengan yang didapatkan. Perbandingannya dengan sekolah swasta yang bonafit dan relatif mahal.

“Bukannya begitu (mempercayakan sedari awal ke SIT), Natin sekolah ke SIT yang kudu disiapkan. Kalau kira-kira tidak cukup, cari yang bukan SIT ada banyak pilihan,” kata ibu yang ketiga anaknya sekolah di Muktia harus mengeluarkan dana sebesar Rp. 10 juta untuk SD, Rp. 13-14 juta untuk SMP dan Rp 17 juta untuk SMA ketika masuk sekolah. Untuk SPP dan uang saku yang boarding sebesar Rp. 1,6 juta. Yang ada di SDIT untuk SPP, catering dan ekskul sebesar Rp. 750 ribu.

Mahal dan murah bagi Muktia relatif. Demikian pun pendapat FAhmi Alaydroes, ketua Dewan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, sebagaimana dilansir www.bersamadakwah.

“Mahal itu relative. Apoalagi, maaf, bila kita hitung biaya per unit yang lebih mikro. Katakanlah SPP per bulan satu juta rupiah. Wow mahal benget? Tapi kalau kita breakdown, sesungguhnya biaya sejuta itu artinya Rp. 50 ribu sehari. Sebu dan Ahad libur. Dengan Rp 50 ribu rupiah sehari, putra atau putrid kita mendapatkan pendidikan dunia akhirat selama 8 jam, “

 

Lebih jauh situs www.bersamadakwah menurunkan perbandingan antara biaya yang harus dikeluarkan dengan penghasilan warga Semarang.

“Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2016 resmi ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo satu tahun lalu. Disebutkan dari 35 kabupaten/kota, UMK Kota Semarang ditetapkan sebagai yang tertinggi, sebesar Rp 1.909.000. Sementara UMK yang terendah Kabupaten Banjarnegara Rp 1.265.000.”

Bagaimana dengan Upah Standard Minimum Kota lain? Adakah yang gajinya bisa membiayai anak-anak mereka belajar Islam di SIT? Secara umum tidak akan terjangkau. Karena itu “Terpadu” diplesetkan menjadi “Tergantung Pada Duit”

Kenapa ada biaya tambahan, bukankah pemerintah menetapkan Sekolah Dasar Menengah yang gratis bagi warga Indonesia?

 

KATA KUNCI
BAGIKAN
BERI KOMENTAR


Madrasah Hebat LAINNYA