Ujian Tahun ini Dijamin HOTS

Sabtu, 19 Januari 2019 20:32 WIB

HOTS adalah “How to Increase Higher Order Thinking” (2009), adalah “cara berpikir dan bukan hanya sekadar menghafal

Ujian Tahun ini Dijamin HOTS

Apa itu HOTS? 

Semua ujian pasti panas-panas gimana gituh.. masalahnya terletak pada ketegangan untuk lulus dengan nilai besar. Itukah maksud dari HOTS? Yang menyebabkan para siswa memanas otaknya sebenarnya karena pada tahun 2018 ada banyak hasil UN yang menurun. Selidik punya selidik ternyata biang keroknya adalah soal UNnya bertipe HOTS. Nah, tahun ini pun ternyata para siswa madrasah hebat akan berhadapan dengan soal HOTS.

Jadi apa itu HOTS?

Baiklah, ini jawabannya. HOTS, menurut Alice Thomas dan Glenda Thorne pada artikel berjudul “How to Increase Higher Order Thinking” (2009), adalah “cara berpikir pada level atau tingkat tinggi dibandingkan hanya sekadar menghafal atau menceritakan kembali suatu materi pelajaran.

Biar bisa mengenali HOTS, kenalilah kebalikannya, yakni LOTS. HOTS berarti Higher-order thinking skills,  kemampuan berpikir tingkat tinggi; sementara LOTS berarti Lower-order thinking skills berarti kemampuan berpikir tingkat tinggi; sementara. Jadi kalau siswa madrasah akan menerima HOTS pada UN dan SBMPTN besok, itu artinya kalian diyakini memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Apa indikatornya suatu soal disebut HOTS atau LOTS?

Asal mula teorinya dari pemikiran Benjamin S. Bloom, dkk, mengenai tujuan-tujuan pembelajaran yang tertuang dalam buku Taxonomy of Educational Objectives (1956). Dalam buku ini, ada 3 ranah tujuan pembelajaran yakni:

  1. Kognitif, keterampilan mental (seputar pengetahuan);
  2. Afektif, sisi emosi (seputar sikap dan perasaan);
  3. Psikomotorik, berhubungan dengan kemampuan fisik (keterampilan).

Seseorang dianggap berhasil dalam pendidikan kalau memiliki pengetahuan yang baik, memiliki sikap dan perasaan yang halis, dan keterampilan yang piawai.

Bagaimana cara mengukurnya?

Itu dia pertanyaan cerdasnya.

Saat kamu ujian, kemampuanmu sedang diukur. Ujian tertulis secara umum hanya menguji aspek kognitifnya saja. Secara teoretis, aspek kognitif itu terdiri dari  6 tahap.

 

https://quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com/images/2018/12/soal-hots-1.jpg

 

Tingkat terendah dari Taksonomi Bloom versi revisi adalah remember atau sekadar mengingat saja. Contoh dari soal tipe ini misalnya, “Rubiks Cube merupakan contoh dari bangun ruang berupa ….” Jawabannya pasti kubus. Soal seperti ini dapat dijawab pada semua siswa yang tahu  bentuk Rubiks Cube. Tanpa berpikir, hanya mengingat: recognizing and recalling facts

Di atas mengingat adalah Undrstand atau memahami. Contoh dari soal tipe ini misalnya, “Jumlah sisi sejajar yang dimiliki kubus adalah ….” Jawabannya apa ya? Ingat-ingat saja dulu apa itu sisi dari kubus, lalu apa itu sisi sejajar. Sesudah itu bayangkan mana saja sisi sejajar yang dimiliki sebuah kubus… Oh ya… ternyata  sisi depan kubus sejajar dengan sisi belakang, sisi atas dengan bawah, dan kanan dengan kiri. Berdasarkan ingatan tersebut, kamu dapat memahami bahwa kubus memiliki 3 pasang sisi yang berhadapan. Cara pengerjaan soal ini ada dalam tahap Understand, yaitu  understanding what the facts mean

Tingkat selanjutnya dari taksonomi bloom adalah apply atau menerapkan. Contoh dari soal tipe ini misalnya, “Jumlah sisi sejajar yang dimiliki rubiks cube adalah ….” Jawabannya bagaimana ya? Ayo ingat lagi rubiks cube itu bentuknya  seperti apa? Bentuk rubik itu seperti kubus, nah kesimpulan bahwa rubik seperti kubus menunjukkan kamu sudah bisa menerapkan konsep kubus pada benda rubik. Karena rubik sama dengan kubus, maka sisi yang dimiliki kubus juga dimiliki rubik. Kamu tadi sudah tahu bahwa kubus memiliki 3 pasang sisi yang berhadapan. Dengan demikian, kita bisa mengaplikasikan bahwa rubiks cube memiliki 3 pasang sisi yang berhadapan. Nah, inilah tahap Apply, yakni applying the facts, rules, concepts, and ideas

Nah, siswa madrasah yang hebat. Jika ada soal yang memintamu mengingat, memahami, dan mengaplikasikan: soal itu ada dalam kategori LOTS alias kemampuan berpikir tingkat rendah.

            Lalu bagaimana soal yang HOTS itu. Soal HOTS adalah soal yang meminta kamu untuk untuk menganalisa,  mengevalusi, dan mengkreasi. Nah, soal yang membuatmu berpikir lebih dari mengkreasi disebut HOTS. Apa saja? Jika bertemu dengan soal yang memintamu menganalisa, mengevaluasi, dan mengkreasi, itu artinya HOTS

Ini Contoh dari soal analisa yaa, “Jika suatu rubiks cube memiliki sisi sebesar 6 cm maka panjang diagonal sisinya adalah ….”

Jawabannya bagaimana?

Analisis bahwa setiap sisi dari kubus merupakan persegi dan persegi dapat dilihat sebagai 2 segitiga siku-siku berikut:

 

https://quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com/images/2018/12/soal-hots-2.png

 

Dari hasil analisis di atas, kita memperoleh informasi bahwa panjang diagonal sisi yang ditanyakan pada soal sama dengan nilai sisi miring segitiga siku-siku. Lalu bagaimana mencari panjang diagonal sisinya? Ingat teorema phytagoras, masukkan datanya, operasikan, diperolehlah hasil 6√2 cm. Beres deh

Tingkat HOTS berikutnya adalah evaluate yang berarti mengevaluasi atau menilai. Contoh soalnya begini, “Jika suatu rubiks cube memiliki sisi sebesar 6 cm maka panjang diagonal ruangnya adalah ….”

Apa ya jawabannya?:

Soal ini memang lebih rumit. Pada soal sebelumnya Rubiks cube di kaitkan dengan bidang dua dimensi. Sekarang rubiks harus dikaitkan dengan bidang 3 dimensi. Maka, kamu harus bayangkan bidang kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Lalu pahami apa itu panjang diagonal ruang. Oh ya, berarti garis miring di antara dua siku. Nah, bayangkan ada garis diagonal dalam ruang kubus itu, misalnya tariklah garis BH. Nah, BH adalah diagonal ruang pada kubus. Tugas dari soal ini adalah mencari berapa panjang BH.

Untuk bisa mencari panjang BH bagaimana ya? Ingatlah teorema pytagoras.  Kalau begitu harus ada segitiga dong. Ya, buatlah segitiganya. Yang ada baru, garis HB yang terhubung dengan garis AB. Tinggal satu garis lagi. So, tariklah dari rusuk H ke rusuk A. Hubungkan tiga titik rusuk (H, A, dan B) itu, jadi deh segitiga siku-siku ABH:

 

https://quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com/images/2018/12/soal-hots-3.png

 

Sekrang sudah ditemukan segitiga ABH yang di dalamnya terdapat panjang diagonal ruang BH. Dengan teorema phytagoras kamu dapat menghitung panjang HB. Berapa hasilnya? Ya, jawabannya 6√3 cm.

Sekarang kita lihat soal dari tingkat tertinggi pada Taksonomi Bloom, yakni create atau menciptakan. Contoh dari soal tipe ini misalnya,

“Diketahui suatu kubus ABCD.EFGH memiliki panjang sisi 6 cm. Jika P dan Q masing-masing terletak di tengah sisi AB dan BC maka jarak antara titik H dengan garis PQ adalah ….”

Jawabannya bagaimana ya:

Pada soal, titik P digambarkan sebagai titik tengah dari sisi AB sementara titik Q merupakan titik tengah dari BC. Berdasarkan informasi tersebut kita dapat menciptakan satu garis khayal baru, yaitu OH, yang menjadi perwakilan jarak antara titik H dengan garis PQ seperti gambar berikut:

 

https://quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com/images/2018/12/soal-hots-4.png

 

Berdasarkan gambar di atas beserta teori jarak titik ke garis, dapat disimpulkan bahwa nilai OH dapat diperoleh dari segitiga siku-siku khayal OHQ seperti pada gambar. Dengan demikian, besar OH didapat melalui teorema phytagoras dengan mengombinasikan:

  1. Nilai OQ, merupakan setengah dari nilai PQ yang diperoleh menggunakan teorema phytagoras dari segitiga siku-siku PBQ.
  2. Nilai QH yang sama dengan PH dan diperoleh menggunakan teorema phytagoras dari segitiga siku-siku PAH.
  3. Nilai OH yang diperoleh menggunakan teorema phytagoras bersama nilai OQ dan QH dari segitiga OHQ.

Tentukan setiap nilai yang dibutuhkan:

 

https://quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com/images/2018/12/soal-hots-6.png

  1. OQ=12PQ=12PB2+BQ2=1232+32=1218=12×32=322 cm.
  2. QH=PH=AH2+AP2=622+32=72+9=81=9 cm.
  3. OH=QH2–OQ2=92–3222=81-92=1532=317222=3234 cm.

Diperolehlah jawabannya: 3/2 √34 cm.

So, biar kamu tahu seperti apa soal HOTS yang akan muncul saat UN nanti, yuk kenali cir-ciri soal HOTS!

 

KATA KUNCI
BAGIKAN
BERI KOMENTAR


Ruang Ajar LAINNYA