Madrasah Stop Hoax

Rabu, 6 Februari 2019 21:20 WIB

Oxford English Dictionaries mendefinisikan hoax sebagai malicious deception alias kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat.

Madrasah Stop Hoax

Hoax?  Apa sih Hoax itu? Oxford English Dictionaries mendefinisikan hoax sebagai malicious deception alias kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat. [English Oxpord Dictionaries: www.forddictionaries.com]  Kata hoax ini telah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi hoaks yang artinya “berita bohong”.

Berita disebut bohong jika isinya tidak pernah terjadi. Misalnya ada berita bahwa si anu itu melakukan tindakan negatif. Ternyata si anu yang dimaksud gak pernah melakukan itu. Itu namanya hoax. Kalau begitu berarti”fitnah” dong? Ya, berita bohong itu memang “menuduh apa yang tak dilakukan”. Tentu saja, yang bersangkutan jadi dirugikan, nama baiknya jadi tercemar.

Berita hoax sangat berbahaya. Akhir-akhir ini ada peristiwa nyata tentang akibat hoax. Ini terjadi di Kabupaten Indramayu. Seperti diberitakan harian Radar Cirebon (11/1/2019), sedikitnya 90 rumah di Desa Curug, Kecamatan Kandanghaur, rusak akibat  aksi massa dari tiga desa tetangga. Kenapa ada penyerangan? Ya, gitu deh akbat hoax atau berita palsu. Awalnya ada berita hoax di Facebook mengenai salah seorang pemuda desa tetangga yang disebut-sebut meninggal dunia diduga akibat dikeroyok oleh sekelompok pemuda asal Desa Curug. Massa tempat asal pemuda itu merasa marah, mereka merangsek masuk Desa Curug, merusak segalanya di Blok Bojong.

Ini memperhatinkan.

Penyebabnya apa? Hoax, atau berita palsu.

Apakah kamu pernah menerima kiriman Whatss App yang berisi informasi yang “menjelek-jelekkan” orang? Apakah kamu pernah membaca status Facebook yang me

Hoax bisa juga berbentuk “gagasan palsu”. Misalnya kalau “memakai X akan ganteng” atau kalau “menyebarkan berita ini, kamu akan ganteng”. Ini juga Hoax. Memangnya yang kayak gini ada contohnya? Ada dong.

Kamu pernah menerima informasi dari WA tentang mimpi Imam Mesjid Masjidil Haram. Isinya tentang dunia mau kiamat, lalu semua orang diseur untuk bertaubat. Isinya sih oke, agar kita semakin shaleh. Lalu di akhir informasi itu ada pernyataan “barangsiapa yang menyebarkannya akan mendapatkan berkah, yang tidak menyebarkannya akan mendapatkan malapetaka. Buktinya…. [Bla.. bla.. bla.. disebutkan beberapa tokoh terkenal yang sudah meninggal dunia karena peristiwa tragis]. Ini juga hoax. Kenapa? Sejak tahun 80-an berita kayak gini sudah beredar, dengan redaksi yang sama.

Cerita lain tentang Hoax sebagai gagasan palsu ada lagi nggak?

Ada kisah tragis dari Nur. Ia  salah seorang yang rajin buka-buka internet. Suatu ketika ia membuka situs ISI. Di situ ada banyak foto dan video yang mengajak semua orang untuk pindah ke negeri ISIS. Di dalam video terlihat bagaimana ISIS membangun sebuah peradaban yang mampu memberikan kesejahteraan dan kedamaian untuk semua orang di bawah naungan negara khilafah.

Setelah itu Nur meninggalkan Indonesia untuk hijrah ke Raqqa, daerah yang diklaim kelompok ISIS sebagai ibu kota negara Islam. Namun setelah dua tahun di Raqqa, Nur bersama keluarganya memutuskan untuk kembali lagi ke Indonesia. Kenapa? Ternyata eh ternyata semua informasi yang dibagikan ISIS itu hanyalah bualan semata. Hoax. Alih-alih mendapat kesejahteraan, ayah dan saudara lelakinya dimasukkan ke penjara oleh ISI. Lalu Nur sendiri diburu untuk dijadikan istri. Miris.

Hoax kayaknya sudah jadi makanan kita sehari-hari ya? Soalnya, setiap hari kita menerima banyak informasi di gadget kalian. Semuanya tampil meyakinkan, kalau sekilas bacanya pastilah kamu percaya. Padahal semuanya itu ngibul, berita yang eggak benar.

Pertanyaannya buat kamu adalah: Memangnya Enak dikibulin?

Kalau nggak enak, baca artikel lain dari TVM ini.

KATA KUNCI
BAGIKAN
BERI KOMENTAR


Madrasah Hebat LAINNYA